Irchamsyah Purnama Halim
Selasa, 25 Juni 2024
Minggu, 05 Mei 2024
jawaban UTS irchamsyah manajemen c
Nama : Irchamsyah Purnama Halim
NIM : 01223081
Prodi : Manajemen ( C )
1. Dalam teori ekonomi diketahui adanya dua kajian utama yakni Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro. Analisis mengenai Ekonomi Mikro muncul terlebih dahulu, hingga kemudian berkembanglah analisis mengenai Ekonomi Makro. Apa latar belakang yang menjadi titik awal kemunculan dari Ekonomi Makro?
Jawaban:
Teori
makroekonomi muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk memahami dan
menjelaskan perilaku ekonomi dalam skala besar, seperti keseluruhan negara atau
wilayah.
2. Dalam teori ekonomi klasik, terdapat istilah “Dikotomi Klasik”. Bagaimana dikotomi klasik ini mempengaruhi analisis pada aktivitas ekonomi suatu negara, termasuk dalam kebijakan ekonomi yang digunakan untuk menstabilkan perekonomian?
Jawaban:
Analisis di
kotomi klasik mengacu pada pendekatan dalam ekonomi yang dibagi antara
pandangan klasik dan pandangan yang berlawanan, yang sering kali disebut
sebagai pandangan Keynesian, Analisis di kotomi klasik ini mencerminkan
perdebatan yang berkelanjutan dalam ekonomi antara pendukung pasar bebas yang
lebih klasik dan mereka yang menganjurkan campur tangan pemerintah yang lebih
besar untuk mengatasi kelemahan pasar.
Secara keseluruhan, dikotomi klasik dapat membantu negara dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih efektif, meningkatkan stabilitas ekonomi, dan mengurangi risiko-risiko yang terkait dengan ketidakseimbangan ekonomi.
3.terdapat beberapa konsep untuk menganalisis pendapatan nasional suatu negara. Salah satunya yaitu dengan konsep Pendapatan Per Kapita. Mengapa pendapatan per kapita dianggap tidak mencerminkan kesejahteraan masyarakat suatu negara?
Jawaban:
Pendapatan per kapita tidak
memperhitungkan faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan, seperti kualitas
pendidikan, akses ke layanan kesehatan, lingkungan hidup, dan tingkat
kebahagiaan. Kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pendapatan,
tetapi juga oleh faktor-faktor ini.
4. jika koefisien gini ratio Indonesia menunjukkan angka 0,31-0,41 pada tahun 2018, apa yang dapat anda simpulkan dari angka tersebut? Apakah angka tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya?
Jawaban :
Cukup tinggi
namun tidak terlalu ekstrim di bandingkan dengan negara-negara yang memiliki
angka koefisian yang lebih tinggi .
Angka koefisien
gini ratio tidak dapat memberikan informasi kesejahteraan Masyarakat secara
menyeluruh namun nilai ratio gini tersebut menunjukan bahwa Tingkat ketidak
setaraan pendapatan di Indonesia masih cukup signifikan.
5. Terdapat permasalahan ekonomi makro jangka pendek dan jangka panjang. Menurut anda, dari beberapa permasalahan ekonomi yang ada di bawah ini, mana yang tergolong kedalam masalah makro ekonomi makro jangka pendek dan masalah makro ekonomi jangka panjang? a. Naik turunnya kurs Dollar terhadap rupiah
b. Ketimpangan neraca pembayaran Indonesia
c. Kenaikan harga pangan dan BBM yang
mengakibatkan kenaikan pada laju inflasi
d. Kegagalan program Keluarga Berencana yang
mengakibatkan tingginya pertumbuhan penduduk di tahun-tahun berikutnya
Jawaban :
A & B
termasuk jenis makro ekonomi jangka pendek dan makro ekonomi jangka Panjang
6. Diketahui Tuan A saat masih menganggur menghabiskan Rp 150.000,00 tiap bulan untuk memenuhi kebutuhannya. Sekarang dengan upah Rp 400.000,00/bulan, ia bisa menabung Rp 50.000,00/bulan. Besarnya tabungan jika upahnya Rp 500.000/bulan adalah sebesar…
Jawaban :
Si A akan
memiliki Tabungan sebesar 62.500/ bulan
7. Jika diketahui besarnya pendapatan adalah Rp200.000, sedangkan fungsi tabungan yaitu S = –20.000 + 0,5 Y, maka besarnya pendapatan keseimbangan adalah ....
Jawaban :
S = -20.000 + 0,5 Y
S = -20.000 + 0,5 (200.000)
S = -20.000 + 100.000
S =-80.000
Rabu, 13 Maret 2024
Tugas Pengantar Ekonomi
Nama : Irchamsyah Purnama Halim
NIM : 01223081
Prodi : Manajemen (c)
Istilah makroekonomi
dan mikroekonomi pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frish, orang yang
pertama kali menerima hadiah Nobel dalam bidang ekonomi.
Ekonomi adalah ilmu
yang mempelajari perilaku secara individu dari keseluruhan kegiatan ekonomi,
hal ini bisa berarti satu konsumen, satu rumah tangga, satu perusahaan atau
bahkan satu industri.
makroekonomi adalah
kata makro yang artinya besar, dalam makroekonomi kita mempelajari hubunganan
antar agregat ekonomi yang lebih luas seperti pendapatan nasional, inflasi,
pengangguran, neraca anggaran.
Studi terkait dengan
makroekonomi semakin populer sejak Amerika dilanda oleh depresi besar pada
tahun 1930, hingga kemudian seorang ekonom dari Inggris bernama Joner Kains
menerbitkan buku yang sangat terkenal berjudul General Theory of employment,
interest and Money yang menekankan pentingnya intervensi pemerintah khususnya
dalam bentuk belanja publik, untuk mengurangi pengangguran.
atau paham ini
disebut sebagai Canasians economics, namun pandangan tentang pentingnya
intervensi pemerintah ini kemudian dibantah oleh ekonomi lain yang bernama
Milton Fredman juga peraih hadiah Nobel dalam bidang ekonomi yang mengatakan
intervensi pemerintah hanya membuat ekonomi menjadi tidak efisien, maka
kemudian muncullah paham sistem ekonomi pasar bebas atau free market yang
artinya ekonomi harus bebas dari intervensi pemerintah.
Ekonomi diatur oleh
tangan yang tak terlihat, invisible hand maksudnya invisible hand adalah
mekanisme pasar, jadi satu-satunya intervensi yang boleh dilakukan pemerintah
hanyalah yang terkait dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang
beredar karena Milton freitmen berasal dari University of Chicago maka penganut
paham Chicago School of Economic ini disebut sebagai penganut paham monetarisme
, jika jumlah uang beredar semakin banyak tidak sebanding dengan produksi salah
satu makanan misalnya, maka dipastikan harga makanan tersebut juga pasti akan meningkat dan uang menjadi
tidak ada harganya kondisi ini yang disebut sebagai inflasi atau kenaikan harga
karena penurunan nilai uang dan gawatnya kenaikan harga salah satu makanan
tersebut juga pasti akan diikuti oleh kenaikan harga barang lain, biaya
produksi menjadi meningkat dan ketika daya beli masyarakat semakin menurun maka
makin banyak bisnis yang juga akhirnya bangkrut.
Sebaliknya, jika
uang beredar itu berkurang maka nilai uang menjadi lebih tinggi dibandingkan
harga salah satu makanan tersebut, ini saja turun dan terus turun tentu saja
tidak akan ada orang yang kemudian mau memproduksi makanan itu lagi, demikian
juga dengan barang lain sehingga ekonomi juga semakin kacau, perusahaan /
bisnis pada tutup, pengangguran semakin naik, tingkat belanja makin rendah.
Jadi kesimpulannya
terlalu banyak uang beredar itu buruk dan juga terlalu sedikit uang beredar itu
juga buruk, jadi harus di perhitungkan dengan matang , kebijakan pemerintah
untuk mengatur peredaran uang dilakukan dengan menetapkan suku bunga, ini yang
kemudian disebut sebagai kebijakan moneter.
Bisa mengatur
ekonomi dengan menetapkan apa yang disebut sebagai kebijakan fiskal yaitu
kebijakan untuk mengarahkan ekonomi dengan mengatur pengeluaran dan pemasukan
negara, misalnya besarnya pajak, subsidi BBM, tarif, kuota impor dan lain
sebagainya.
Kebijakan fiskal ini
juga bukan perkara yang mudah, misalnya tarif pajak, semakin tinggi pemasukan
pajak tentunya pemerintah bisa lebih luasa untuk melakukan pembangunan,
infrastruktur jalan, pelabuhan dan lain sebagainya yang tentu saja bisa
meningkatkan ekonomi secara keseluruhan, namun jika pajak yang terlalu tinggi
maka dunia usaha juga pasti akan pusing, semakin tinggi biaya ekonomi, belanja
masyarakat menjadi menurun dan pada akhirnya ekonomi juga semakin lesu.
Itulah sebabnya,
meskipun dalam payung akademik yang sama, biasanya pendekatan makroekonomi
berbeda dengan pendekatan mikroekonomi, jika dalam mikroekonomi orientasinya
adalah pengambilan keputusan yang paling rasional untuk meningkatkan
profitabilitas dan pertumbuhan, maka dalam makroekonomi orientasi pengambilan
keputusan lebih ditekankan pada keseimbangan dan kestabilan.
Mikroekonomi dan Makroekonomi
itu akan saling berhubungan, jadi untuk bisa memahami makroekonomi kita juga
harus paham tentang mikroekonomi.
-
oji coba



