Nama : Irchamsyah Purnama Halim
NIM : 01223081
Prodi : Manajemen ( C )
1. Dalam teori ekonomi diketahui adanya dua kajian utama yakni Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro. Analisis mengenai Ekonomi Mikro muncul terlebih dahulu, hingga kemudian berkembanglah analisis mengenai Ekonomi Makro. Apa latar belakang yang menjadi titik awal kemunculan dari Ekonomi Makro?
Jawaban:
Teori
makroekonomi muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk memahami dan
menjelaskan perilaku ekonomi dalam skala besar, seperti keseluruhan negara atau
wilayah.
2. Dalam teori ekonomi klasik, terdapat istilah “Dikotomi Klasik”. Bagaimana dikotomi klasik ini mempengaruhi analisis pada aktivitas ekonomi suatu negara, termasuk dalam kebijakan ekonomi yang digunakan untuk menstabilkan perekonomian?
Jawaban:
Analisis di
kotomi klasik mengacu pada pendekatan dalam ekonomi yang dibagi antara
pandangan klasik dan pandangan yang berlawanan, yang sering kali disebut
sebagai pandangan Keynesian, Analisis di kotomi klasik ini mencerminkan
perdebatan yang berkelanjutan dalam ekonomi antara pendukung pasar bebas yang
lebih klasik dan mereka yang menganjurkan campur tangan pemerintah yang lebih
besar untuk mengatasi kelemahan pasar.
Secara keseluruhan, dikotomi klasik dapat membantu negara dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih efektif, meningkatkan stabilitas ekonomi, dan mengurangi risiko-risiko yang terkait dengan ketidakseimbangan ekonomi.
3.terdapat beberapa konsep untuk menganalisis pendapatan nasional suatu negara. Salah satunya yaitu dengan konsep Pendapatan Per Kapita. Mengapa pendapatan per kapita dianggap tidak mencerminkan kesejahteraan masyarakat suatu negara?
Jawaban:
Pendapatan per kapita tidak
memperhitungkan faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan, seperti kualitas
pendidikan, akses ke layanan kesehatan, lingkungan hidup, dan tingkat
kebahagiaan. Kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pendapatan,
tetapi juga oleh faktor-faktor ini.
4. jika koefisien gini ratio Indonesia menunjukkan angka 0,31-0,41 pada tahun 2018, apa yang dapat anda simpulkan dari angka tersebut? Apakah angka tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya?
Jawaban :
Cukup tinggi
namun tidak terlalu ekstrim di bandingkan dengan negara-negara yang memiliki
angka koefisian yang lebih tinggi .
Angka koefisien
gini ratio tidak dapat memberikan informasi kesejahteraan Masyarakat secara
menyeluruh namun nilai ratio gini tersebut menunjukan bahwa Tingkat ketidak
setaraan pendapatan di Indonesia masih cukup signifikan.
5. Terdapat permasalahan ekonomi makro jangka pendek dan jangka panjang. Menurut anda, dari beberapa permasalahan ekonomi yang ada di bawah ini, mana yang tergolong kedalam masalah makro ekonomi makro jangka pendek dan masalah makro ekonomi jangka panjang? a. Naik turunnya kurs Dollar terhadap rupiah
b. Ketimpangan neraca pembayaran Indonesia
c. Kenaikan harga pangan dan BBM yang
mengakibatkan kenaikan pada laju inflasi
d. Kegagalan program Keluarga Berencana yang
mengakibatkan tingginya pertumbuhan penduduk di tahun-tahun berikutnya
Jawaban :
A & B
termasuk jenis makro ekonomi jangka pendek dan makro ekonomi jangka Panjang
6. Diketahui Tuan A saat masih menganggur menghabiskan Rp 150.000,00 tiap bulan untuk memenuhi kebutuhannya. Sekarang dengan upah Rp 400.000,00/bulan, ia bisa menabung Rp 50.000,00/bulan. Besarnya tabungan jika upahnya Rp 500.000/bulan adalah sebesar…
Jawaban :
Si A akan
memiliki Tabungan sebesar 62.500/ bulan
7. Jika diketahui besarnya pendapatan adalah Rp200.000, sedangkan fungsi tabungan yaitu S = –20.000 + 0,5 Y, maka besarnya pendapatan keseimbangan adalah ....
Jawaban :
S = -20.000 + 0,5 Y
S = -20.000 + 0,5 (200.000)
S = -20.000 + 100.000
S =-80.000