Rabu, 13 Maret 2024

tes

 oji coba

Tugas Pengantar Ekonomi

 Nama     : Irchamsyah Purnama Halim

NIM        : 01223081

Prodi     : Manajemen (c)

 

Istilah makroekonomi dan mikroekonomi pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frish, orang yang pertama kali menerima hadiah Nobel dalam bidang ekonomi.

 

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku secara individu dari keseluruhan kegiatan ekonomi, hal ini bisa berarti satu konsumen, satu rumah tangga, satu perusahaan atau bahkan satu industri.

 

makroekonomi adalah kata makro yang artinya besar, dalam makroekonomi kita mempelajari hubunganan antar agregat ekonomi yang lebih luas seperti pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, neraca anggaran.

 

Studi terkait dengan makroekonomi semakin populer sejak Amerika dilanda oleh depresi besar pada tahun 1930, hingga kemudian seorang ekonom dari Inggris bernama Joner Kains menerbitkan buku yang sangat terkenal berjudul General Theory of employment, interest and Money yang menekankan pentingnya intervensi pemerintah khususnya dalam bentuk belanja publik, untuk mengurangi pengangguran.

 

atau paham ini disebut sebagai Canasians economics, namun pandangan tentang pentingnya intervensi pemerintah ini kemudian dibantah oleh ekonomi lain yang bernama Milton Fredman juga peraih hadiah Nobel dalam bidang ekonomi yang mengatakan intervensi pemerintah hanya membuat ekonomi menjadi tidak efisien, maka kemudian muncullah paham sistem ekonomi pasar bebas atau free market yang artinya ekonomi harus bebas dari intervensi pemerintah.

 

Ekonomi diatur oleh tangan yang tak terlihat, invisible hand maksudnya invisible hand adalah mekanisme pasar, jadi satu-satunya intervensi yang boleh dilakukan pemerintah hanyalah yang terkait dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang beredar karena Milton freitmen berasal dari University of Chicago maka penganut paham Chicago School of Economic ini disebut sebagai penganut paham monetarisme , jika jumlah uang beredar semakin banyak tidak sebanding dengan produksi salah satu makanan misalnya, maka dipastikan harga makanan tersebut  juga pasti akan meningkat dan uang menjadi tidak ada harganya kondisi ini yang disebut sebagai inflasi atau kenaikan harga karena penurunan nilai uang dan gawatnya kenaikan harga salah satu makanan tersebut juga pasti akan diikuti oleh kenaikan harga barang lain, biaya produksi menjadi meningkat dan ketika daya beli masyarakat semakin menurun maka makin banyak bisnis yang juga akhirnya bangkrut.

 

Sebaliknya, jika uang beredar itu berkurang maka nilai uang menjadi lebih tinggi dibandingkan harga salah satu makanan tersebut, ini saja turun dan terus turun tentu saja tidak akan ada orang yang kemudian mau memproduksi makanan itu lagi, demikian juga dengan barang lain sehingga ekonomi juga semakin kacau, perusahaan / bisnis pada tutup, pengangguran semakin naik, tingkat belanja makin rendah.

 

Jadi kesimpulannya terlalu banyak uang beredar itu buruk dan juga terlalu sedikit uang beredar itu juga buruk, jadi harus di perhitungkan dengan matang , kebijakan pemerintah untuk mengatur peredaran uang dilakukan dengan menetapkan suku bunga, ini yang kemudian disebut sebagai kebijakan moneter.

 

Bisa mengatur ekonomi dengan menetapkan apa yang disebut sebagai kebijakan fiskal yaitu kebijakan untuk mengarahkan ekonomi dengan mengatur pengeluaran dan pemasukan negara, misalnya besarnya pajak, subsidi BBM, tarif, kuota impor dan lain sebagainya.

Kebijakan fiskal ini juga bukan perkara yang mudah, misalnya tarif pajak, semakin tinggi pemasukan pajak tentunya pemerintah bisa lebih luasa untuk melakukan pembangunan, infrastruktur jalan, pelabuhan dan lain sebagainya yang tentu saja bisa meningkatkan ekonomi secara keseluruhan, namun jika pajak yang terlalu tinggi maka dunia usaha juga pasti akan pusing, semakin tinggi biaya ekonomi, belanja masyarakat menjadi menurun dan pada akhirnya ekonomi juga semakin lesu.

Itulah sebabnya, meskipun dalam payung akademik yang sama, biasanya pendekatan makroekonomi berbeda dengan pendekatan mikroekonomi, jika dalam mikroekonomi orientasinya adalah pengambilan keputusan yang paling rasional untuk meningkatkan profitabilitas dan pertumbuhan, maka dalam makroekonomi orientasi pengambilan keputusan lebih ditekankan pada keseimbangan dan kestabilan.

Mikroekonomi dan Makroekonomi itu akan saling berhubungan, jadi untuk bisa memahami makroekonomi kita juga harus paham tentang mikroekonomi.

 



sumber : youtube

APA ITU MAKRO DAN MIKRO EKONOMI : KULIAH HAK SEGALA BANGSA #3 (youtube.com)

tugas UAS pengantar ekonomi